Langsung ke konten utama

Teknik Penuaan (Ageing) pada Bonsai

Bakalan bonsai akan tampak lebih bagus apabila ditambah dengan teknik penuaan (Ageing) pada Bonsai. Penuaan (ageing) pada bonsai dapat membuat tanaman yang sebenarnya belum tua tampak terlihat tua. Tanaman yang baru berumur beberapa tahun dapat diubah penampilannya menjadi tanaman yang seolah sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun. Kesan kerdil yang didapat dari bonsai menjadi lengkap dengan penambahan kesan tua pada bonsai. Bonsai yang berumur tua atau terlihat tua tidak hanya enak dilihat tetapi juga memberikan kesan keagungan alam. Di Cina, teknik penuaan dianggap sebagai bagian yang penting dan memiliki nilai ilmiah tersendiri. Teknik penuaan ini juga telah berkembang di Jepang.
Tanaman yang masih muda dapat dilihat dari arah pertumbuhan cabangnya yang masih mengarah ke atas. Akar-akar tanaman muda juga masih sedikit, sedangkan tanaman yang sudah tua pertumbuhan cabangnya rata-rata merunduk ke bawah. Tanaman yang sudah tua biasanya memiliki akar yang menjalar sampai ke permukaan tanah. Berdasarkan kesan ini, teknik penuaan pada bonsai dikembangkan.
Teknik penuaan (ageing) pada bonsai dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Perundukan arah cabang dan ranting
Cabang-cabang atau dahan dan ranting dipaksa (di-train) agar tumbuh merunduk atau agak menurun. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:
a. Arah cabang dan ranting yang semula tegak atau agak naik diubah menjadi merunduk.
Penempatan bonsai dalam pot
Sumber: Kimura 2007
Gambar 1 Cabang dan ranting bonsai yang masih mendatar atau agak naik
b. Perundukan pada bonsai dapat dilakukan dengan kawat yang dililitkan pada cabang atau ranting sehingga arah cabang atau ranting menjadi ke bawah
Perundukan bonsai dengan pengawatanGambar 2 Perundukan bonsai dengan pengawatan. Gambar kiri bonsai yang masih posisi tegak kemudian dililitkan kawat, sedangkan gambar kanan bonsai yang sudah dililitkan kawat dalam jangka waktu tertentu telah mulai merunduk
c. Perundukan cabang dan ranting dapat juga dilakukan dengan menggunakan tali rafia yang diikatkan pada dasar pot
2. Penonjolan akar

Penonjolan akar selain agar bonsai terlihat lebih tua, juga demi keindahan dan supaya pohonnya memberi kesan tumbuh kukuh, tidak mudah tumbang serta batangnya tidak menyerupai tongkat yang ditancapkan ke tanah. Akar-akar pada pangkal pohon dapat ditonjolkan dengan cara memaksa akar-akar tersebut menjalar di atas permukaan tanah yaitu dengan mengorek permukaan tanah atau menaikkan permukaan akar. Sedapat mungkin akar menjalar pada keempat jurusan atau lebih, yang panjangnya sekitar beberapa sentimeter.
Sebelah kiri merupakan bonsai yang akarnya belum menjalar ke permukaan tanah, sedangkan yang sebelah kanan merupakan bonsai yang akarnya telah menjalar ke permukaan tanah
Sumber: Pessey & Samson 1992
Gambar 3 Sebelah kiri merupakan bonsai yang akarnya belum menjalar ke permukaan tanah, sedangkan yang sebelah kanan merupakan bonsai yang akarnya telah menjalar ke permukaan tanah
3. Teknik lainnya (sabamiki, jin dan uro)
Terdapat teknik lainnya yang dapat membuat bonsai terlihat tua yaitu:
  • Dengan mengupas kulit dari sebagian batang pohon sehingga terlihat bagian kayunya. Kayu yang memutih akibat kupasan pada batang pohon dalam bahasa Jepang disebut sabamiki.
  • Sebatang dahan tua dikuliti seluruhnya sehingga kayunya kemudian mati dan memutih. Dahan yang mati dan kayunya memutih disebut dengan jin.
  • Sebagian batang pohon dikerok kulit dan kayunya sedemikian dalam sehingga batang pohon tersebut berongga dan sebagian dari kayunya mati. Lubang pada batang pohon yang berongga disebut dengan uro.
Perlu diingat bahwa sabamiki, jin dan uro yang terbentuk harus terlihat sebagai cacat yang wajar, seakan-akan diakibatkan oleh pengaruh alam selama bertahun-tahun.
Teknik penuaan dengan membuat bonsai jin
Pessey & Samson 1992
Gambar 4 Teknik penuaan dengan membuat bonsai jin
Sumber:
Genotti C. 2007. Un Bonsai Ideal. Editorial De Vecchi.
Hardiansyah B. 2006. Membuat dan Mempercantik Bonsai untuk Pemula. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka.
Kimura KA. 2007. The Ancient Art of Bonsai. Edisi ke-2. Jepang: Serious Skills Wiley Publishing, Inc.
Paimin FB, Nazaruddin. 1992. Seni Bonsai Lanjutan. Jakarta: Penebar Swadaya.
Pessey C, Samson R. 1992. Bonsai Basics: A Step-By-Step Guide to Growing, Training and General Care. New York: Sterling.
Sigit S. 1993. Bonsai: Cara Membuat dan Merawat Pohon Mini. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bonsai Mame

Bonsai yang kini ada terbagi menjadi beberapa ukuran: 1 . Mame Bonsai 2. Chiu Bonsai 3. Dai Bonsai Mame Bonsai terbilang merupakan bonsai yang sangat unik, tidak setiap orang mampu membuat bonsai yang satu ini. Bonsai Mame boleh dikata sangat sulit dalam pembuatan nya, selain orang tersebut harus mengetahui karakter pohon juga harus mengetahui komposisi media tanam yang tepat untuk sang Mame ini. Namun dikalangan para pecinta bonsai, ukuran mame ini masih menjadi bahan perdebatan beberapa kalangan. Diantara mereka ada yang menyebutkan bonsai Mame itu berukuran antara 1 – 5 Cm, ada juga yang mengatakan 1 – 10 Cm bahkan ada juga yang menyebutkan ” Mame Akhir ” dengan ketinggian 15 Cm. Semuanya masih menjadi bahan perdebatan yang alot. Namun terlepas dari itu semua, pada dasarnya kita sendiripun sebagai pecinta bonsai sudah bisa mengetahuinya walau hanya sepintas kita lihat. Naluri seni kitalah yang berbicara untuk masalah itu, walau masih awam…pastilah orang yang s...

Latar Belakang Spiritual dari Bonsai

Seni bonsai pertama kali muncul di Cina sedangkan kata bonsai berasal dari bahasa jepang. Seni pemangkasan tanaman biasa disebut penjing oleh masyarakat Cina dan seni ini sangat digemari oleh para pejabat kerajaan di masa itu. Perkembangan dari penjing dilakukan oleh para biksu yang beragama Tao dimana tanaman ini merepresentasikan salah satu pokok ajarannya yaitu tentang terciptanya keseimbangan serta keharmonisan manusia dengan alamnya. Bonsai dan penjing dapat dipandang sebagai objek meditasi atau Latar Belakang Spiritual dari Bonsai. Seni dalam menciptakan bonsai atau penjing dengan sendirinya merupakan perenungan, latihan meditasi dan praktik Zen. Bonsai sebagai pohon kerdil dan miniatur lanskap dapat dianggap sebagai perayaan alam dan kekuatan dalam penyembuhan yang ditambah oleh lingkungan alam yang utuh. Membuat dan merawat bonsai serta penjing akan membuat kita merasa lebih dekat dengan alam yang memungkinkan kita merasakan keakraban yang lebih intim secara ...

Buxus

Tanaman ini merupakan tanaman asli luar negeri, Berdaun kecil percabangan yang rapat dan bentuk batang yang indah, menjadikan penampilan pohon ini sungguh eksotis. Buxus mempunyai banyak sekali species, bahkan jika anda sering melihat film film luar negeri maka anda biasa melihatnya sebagai tanaman yang dibentuk menjadi kotak kotak. Biasanya bentuk kotak dalam taman ada di Inggris dan prancis. Mereka memang terkesan sangat kaku dalam membuat taman, seperti tampak pada gambar di bawah ini:   Dan taman tersebut berbeda jenis dengan di inggris walau hampir sama, namun Taman di inggris tidak begitu kaku dalam bern (belokan pagar tanaman) dan contohnya di bawah ini:   dan untuk pohon yang dipakaipun berbeda antara prancis dan inggris raya, Buxus sempervirens lebih banyak digunakan di prancis dan buxus microphylla digunakan secara umum di inggris raya. Sekedar memberikan gambaran, mari kita lihat perbedaan keduanya:   Di alam liar, di luar negeri sa...