Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, bonsai merupakan tanaman
kecil atau kerdil di dalam pot sebagai hasil pengerdilan dan training
(proses penyempurnaan bentuk pohon) yang umumya memerlukan waktu
bertahun-tahun. Dengan kata lain, ukurannya yang kecil dan kerdil
merupakan salah satu ciri-ciri dari suatu bonsai. Tanaman yang dijadikan
bonsai tumbuh kerdil disebabkan karena beberapa hal yaitu sebagai
berikut:
1. Bonsai ditanam di dalam tempat yang kecil (terbatas) seperti pot, lubang (rongga) di dalam batu dan sebagainya.
Tempat yang kecil tentunya tidak dapat memuat tanah dalam jumlah
banyak sehingga dengan sendirinya akan membatasi pertumbuhan tanaman
yang akan dijadikan bonsai. Pada tempat yang kecil pertumbuhan akar dari
bonsai akan terbatas, hal ini berbeda jika tanaman bonsai di tanam di
tanah yang luas dimana akar-akarnya dapat bebas menjalar ke mana-mana,
tentunya tanaman tersebut akan tumbuh lebih besar.

Gambar 1 Bonsai di tanam pada tempat yang kecil (pot dangkal)
2. Bonsai secara terus-menerus dibuang semua tunas barunya (bud nipping), kecuali tunas baru yang diperlukan untuk penyempurnaan bentuk pohon.
Energi dari tanaman bonsai akan banyak terpusat pada tunas-tunas
baru, sehingga dengan membuang sebagian besar tunas-tunas tersebut
diharapkan bahwa bagian lain dari tanaman tersebut akan mendapat bagian
energi yang lebih banyak terutama pada dahan-dahan lemah yang kita
inginkan tumbuh menjadi kuat. Dengan demikian, ukuran kerdil dan bentuk
indah yang telah dimiliki tanaman tersebut dapat dipertahankan atau
malah dapat disempurnakan.
Sebaliknya, apabila tunas-tunas baru kita biarkan tumbuh semua, maka
selain pohonnya akan cepat menjadi besar dan kehilangan keindahan
bentuknya, juga akan menyebabkan dahan-dahan tua yang terdapat di batang
pohon bagian bawah dan yang biasanya lemah menjadi lebih lemah lagi,
lalu akhirnya akan mati sebelum waktunya.

Gambar 2 Pemotongan tunas-tunas baru
3. Pada waktu tertentu, bonsai dipotong (dikurangi) akar-akarnya.
Dalam keadaan normal dan di alam bebas, bagian tanaman yang tumbuh di bawah dan di atas seimbang. Pertumbuhan batang, dahan, dan ranting akan terhambat dengan memotong (mengurangi) akarnya. Untuk menjaga keseimbangan yang tumbuh di bawah dan di atas tanah, maka pada waktu dilakukan pemotongan (pengurangan) akar harus dilakukan juga pemotongan (pengurangan) dahan atau ranting yang seimbang.
Dalam keadaan normal dan di alam bebas, bagian tanaman yang tumbuh di bawah dan di atas seimbang. Pertumbuhan batang, dahan, dan ranting akan terhambat dengan memotong (mengurangi) akarnya. Untuk menjaga keseimbangan yang tumbuh di bawah dan di atas tanah, maka pada waktu dilakukan pemotongan (pengurangan) akar harus dilakukan juga pemotongan (pengurangan) dahan atau ranting yang seimbang.
4. Bonsai diletakkan di tempat yang mendapat sinar matahari
penuh sepanjang hari dan mendapat angin secukupnya untuk mempercepat
penguapan.
Sinar matahari terutama sinar ultraviolet dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman atau dengan kata lain dapat membatasi kecepatan pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hal tersebut, bonsai harus mendapatkan sinar matahari sepanjang hari agar jarak antara daun pada dahan dan ranting tidak menjadi panjang sehingga pohonnya berbentuk kompak.
Sinar matahari terutama sinar ultraviolet dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman atau dengan kata lain dapat membatasi kecepatan pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hal tersebut, bonsai harus mendapatkan sinar matahari sepanjang hari agar jarak antara daun pada dahan dan ranting tidak menjadi panjang sehingga pohonnya berbentuk kompak.
Hal ini berbeda pada bonsai yang berasal dari tanaman yang di alam
bebas hanya tumbuh di tempat-tempat yang tidak mendapatkan sinar
matahari sepanjang hari. Bonsai yang berasal dari jenis tanaman tersebut
hanya mendapatkan angin dan sinar matahari selama beberapa jam saja.

Gambar 3 Bonsai mendapatkan sinar matahari sepanjang hari
5. Dilakukan pemendekan batang bonsai dengan memotong pucuknya.
Cara pemendekan batang dapat dilakukan dengan langkah sebagai
berikut: pemotongan dilakukan dari tunas-tunas baru yang akan tumbuh
kemudian didekat ujung batang setelah pucuknya. Kita pilih satu tunas
yang paling cocok untuk dijadikan pengganti pucuk pohon yang telah kita
potong. Sebaiknya pilih tunas yang tumbuhnya di sebelah depan dengan
maksud agar kelak bekas luka potongan pada ujung batang tidak terlihat
dari depan karena terhalang oleh tunas tersebut. Segera setelah tunas
baru tersebut cukup kuat untuk di-train, maka tunas tersebut kita paksa
tumbuh ke atas sebagai pengganti pucuk pohon. Apabila ternyata bonsai
dengan pucuknya yang baru tersebut masih terlalu tinggi, maka cara
memendekkan batang seperti tersebut di atas dapat diulangi sampai ukuran
pohonnya sesuai dengan keinginan.
Para ahli atau penggemar bonsai dapat membuat bonsai dengan ukuran sangat kecil (mame bonsai)
dengan cara pengerdilan tersebut di atas. Akan tetapi, keberhasilan
tersebut lebih menonjol dalam mengerdilkan pohonnya daripada
mengerdilkan daun, bunga dan buahnya.
Pengerdilan daun sampai batas-batas tertentu akan terjadi jika daun
dan pucuk rantingnya kita buang semua. Daun-daun baru yang tumbuh
kemudian akan berukuran lebih kecil. Cara tersebut hanya dapat dilakukan
jika tanaman dalam keadaan sehat dan dapat kita ulang untuk memperoleh
daun-daun dengan ukuran yang lebih kecil lagi. Cara pengerdilan pada
daun dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Sebaiknya, dua minggu sebelum cara pengerdilan daun dilakukan, tanaman tersebut kita beri pupuk yang diperlukan untuk pembentukan daun-daun baru. Pupuk yang digunakan yaitu yang mengandung unsur N (nitrogen) yang tinggi.
- Selanjutnya, sejak pohon tersebut gundul dan selama masa pertumbuhan daun-daun baru, penyiraman kita kurangi hingga seminim-minimnya yaitu pagi sedikit dan sore juga sedikit asalkan jangan sampai layu. Hal ini bertujuan selain untuk memperkecil daun-daun baru juga untuk mencegah pembusukan akar karena dengan menggunduli pohon keseimbangan antara bagian-bagian pohon yang ada di bawah dan yang di atas tanah terganggu.
- Setelah daun tersebut berhenti tumbuh yaitu berhenti membesar, penyiraman dilakukan seperti biasanya.
Akibat dari pengerdilan daun, bunga dan buahnya sedikit banyak juga
akan mengalami pengecilan.akan tetapi, kita tidak dapat mengecilkan
semuanya hingga seimbang dengan ukuran bonsai yang bersangkutan. Oleh
karena itu, ukuran daun, bunga dan buah pada umumnya akan selalu terlalu
besar jika dibandingkan dengan ukuran bonsai (pohonnya).
Selain cara pengerdilan daun seperti yang telah dijelaskan di atas,
kita dapat melakukan pemetikan ujung-ujung ranting atau kuncup daun baru
(sprout nipping) sekali-kali agar daun-daun yang tumbuh kemudian tetap
berukuran kecil, sambil mempertahankan atau memperbaiki bentuk bonsai.
Pada tanaman yang masih muda dan dari jenis yang pertumbuhannya cepat,
pemetikan tersebut dilakukan sekurang-kurangnya sekali seminggu selagi
ujung ranting masih lunak sehingga untuk memotongnya tidak diperlukan
gunting, melainkan cukup dengan cara memetiknya dengan kuku ibu jari dan
telunjuk.

Gambar 4 Pemotongan ujung ranting atau kuncup daun baru dengan kuku ibu jari dan telunjuk
Sumber:
Kimura KA. 2007. The Ancient Art of Bonsai. Edisi ke-2. Jepang: Serious Skills Wiley Publishing, Inc.
Pessey C, Samson R. 1992. Bonsai Basics: A Step-By-Step Guide to Growing, Training and General Care. New York: Sterling.
Sigit S. 1993. Bonsai: Cara Membuat dan Merawat Pohon Mini. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Komentar
Posting Komentar