Langsung ke konten utama

Pengerdilan pada Bonsai

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, bonsai merupakan tanaman kecil atau kerdil di dalam pot sebagai hasil pengerdilan dan training (proses penyempurnaan bentuk pohon) yang umumya memerlukan waktu bertahun-tahun. Dengan kata lain, ukurannya yang kecil dan kerdil merupakan salah satu ciri-ciri dari suatu bonsai. Tanaman yang dijadikan bonsai tumbuh kerdil disebabkan karena beberapa hal yaitu sebagai berikut:
1. Bonsai ditanam di dalam tempat yang kecil (terbatas) seperti pot, lubang (rongga) di dalam batu dan sebagainya.
Tempat yang kecil tentunya tidak dapat memuat tanah dalam jumlah banyak sehingga dengan sendirinya akan membatasi pertumbuhan tanaman yang akan dijadikan bonsai. Pada tempat yang kecil pertumbuhan akar dari bonsai akan terbatas, hal ini berbeda jika tanaman bonsai di tanam di tanah yang luas dimana akar-akarnya dapat bebas menjalar ke mana-mana, tentunya tanaman tersebut akan tumbuh lebih besar.
Bonsai di tanam pada tempat yang kecil (pot dangkal)
Sumber: Kimura 2007
Gambar 1 Bonsai di tanam pada tempat yang kecil (pot dangkal)
2. Bonsai secara terus-menerus dibuang semua tunas barunya (bud nipping), kecuali tunas baru yang diperlukan untuk penyempurnaan bentuk pohon.
Energi dari tanaman bonsai akan banyak terpusat pada tunas-tunas baru, sehingga dengan membuang sebagian besar tunas-tunas tersebut diharapkan bahwa bagian lain dari tanaman tersebut akan mendapat bagian energi yang lebih banyak terutama pada dahan-dahan lemah yang kita inginkan tumbuh menjadi kuat. Dengan demikian, ukuran kerdil dan bentuk indah yang telah dimiliki tanaman tersebut dapat dipertahankan atau malah dapat disempurnakan.
Sebaliknya, apabila tunas-tunas baru kita biarkan tumbuh semua, maka selain pohonnya akan cepat menjadi besar dan kehilangan keindahan bentuknya, juga akan menyebabkan dahan-dahan tua yang terdapat di batang pohon bagian bawah dan yang biasanya lemah menjadi lebih lemah lagi, lalu akhirnya akan mati sebelum waktunya.
Pemangkasan tanaman bonsai
Sumber: Pessey & Samson 1992
Gambar 2 Pemotongan tunas-tunas baru
3. Pada waktu tertentu, bonsai dipotong (dikurangi) akar-akarnya.

Dalam keadaan normal dan di alam bebas, bagian tanaman yang tumbuh di bawah dan di atas seimbang. Pertumbuhan batang, dahan, dan ranting akan terhambat dengan memotong (mengurangi) akarnya. Untuk menjaga keseimbangan yang tumbuh di bawah dan di atas tanah, maka pada waktu dilakukan pemotongan (pengurangan) akar harus dilakukan juga pemotongan (pengurangan) dahan atau ranting yang seimbang.
4. Bonsai diletakkan di tempat yang mendapat sinar matahari penuh sepanjang hari dan mendapat angin secukupnya untuk mempercepat penguapan.

Sinar matahari terutama sinar ultraviolet dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman atau dengan kata lain dapat membatasi kecepatan pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hal tersebut, bonsai harus mendapatkan sinar matahari sepanjang hari agar jarak antara daun pada dahan dan ranting tidak menjadi panjang sehingga pohonnya berbentuk kompak.
Hal ini berbeda pada bonsai yang berasal dari tanaman yang di alam bebas hanya tumbuh di tempat-tempat yang tidak mendapatkan sinar matahari sepanjang hari. Bonsai yang berasal dari jenis tanaman tersebut hanya mendapatkan angin dan sinar matahari selama beberapa jam saja.
Bonsai mendapatkan sinar matahari sepanjang hari
Sumber: Kimura 2007
Gambar 3 Bonsai mendapatkan sinar matahari sepanjang hari
5. Dilakukan pemendekan batang bonsai dengan memotong pucuknya.
Cara pemendekan batang dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut: pemotongan dilakukan dari tunas-tunas baru yang akan tumbuh kemudian didekat ujung batang setelah pucuknya. Kita pilih satu tunas yang paling cocok untuk dijadikan pengganti pucuk pohon yang telah kita potong. Sebaiknya pilih tunas yang tumbuhnya di sebelah depan dengan maksud agar kelak bekas luka potongan pada ujung batang tidak terlihat dari depan karena terhalang oleh tunas tersebut. Segera setelah tunas baru tersebut cukup kuat untuk di-train, maka tunas tersebut kita paksa tumbuh ke atas sebagai pengganti pucuk pohon. Apabila ternyata bonsai dengan pucuknya yang baru tersebut masih terlalu tinggi, maka cara memendekkan batang seperti tersebut di atas dapat diulangi sampai ukuran pohonnya sesuai dengan keinginan.
Para ahli atau penggemar bonsai dapat membuat bonsai dengan ukuran sangat kecil (mame bonsai) dengan cara pengerdilan tersebut di atas. Akan tetapi, keberhasilan tersebut lebih menonjol dalam mengerdilkan pohonnya daripada mengerdilkan daun, bunga dan buahnya.
Pengerdilan daun sampai batas-batas tertentu akan terjadi jika daun dan pucuk rantingnya kita buang semua. Daun-daun baru yang tumbuh kemudian akan berukuran lebih kecil. Cara tersebut hanya dapat dilakukan jika tanaman dalam keadaan sehat dan dapat kita ulang untuk memperoleh daun-daun dengan ukuran yang lebih kecil lagi. Cara pengerdilan pada daun dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  • Sebaiknya, dua minggu sebelum cara pengerdilan daun dilakukan, tanaman tersebut kita beri pupuk yang diperlukan untuk pembentukan daun-daun baru. Pupuk yang digunakan yaitu yang mengandung unsur N (nitrogen) yang tinggi.
  • Selanjutnya, sejak pohon tersebut gundul dan selama masa pertumbuhan daun-daun baru, penyiraman kita kurangi hingga seminim-minimnya yaitu pagi sedikit dan sore juga sedikit asalkan jangan sampai layu. Hal ini bertujuan selain untuk memperkecil daun-daun baru juga untuk mencegah pembusukan akar karena dengan menggunduli pohon keseimbangan antara bagian-bagian pohon yang ada di bawah dan yang di atas tanah terganggu.
  • Setelah daun tersebut berhenti tumbuh yaitu berhenti membesar, penyiraman dilakukan seperti biasanya.
Akibat dari pengerdilan daun, bunga dan buahnya sedikit banyak juga akan mengalami pengecilan.akan tetapi, kita tidak dapat mengecilkan semuanya hingga seimbang dengan ukuran bonsai yang bersangkutan. Oleh karena itu, ukuran daun, bunga dan buah pada umumnya akan selalu terlalu besar jika dibandingkan dengan ukuran bonsai (pohonnya).
Selain cara pengerdilan daun seperti yang telah dijelaskan di atas, kita dapat melakukan pemetikan ujung-ujung ranting atau kuncup daun baru (sprout nipping) sekali-kali agar daun-daun yang tumbuh kemudian tetap berukuran kecil, sambil mempertahankan atau memperbaiki bentuk bonsai. Pada tanaman yang masih muda dan dari jenis yang pertumbuhannya cepat, pemetikan tersebut dilakukan sekurang-kurangnya sekali seminggu selagi ujung ranting masih lunak sehingga untuk memotongnya tidak diperlukan gunting, melainkan cukup dengan cara memetiknya dengan kuku ibu jari dan telunjuk.
Pemotongan ujung ranting atau kuncup daun baru dengan kuku ibu jari dan telunjuk
Sumber: Pessey & Samson 1992
Gambar 4 Pemotongan ujung ranting atau kuncup daun baru dengan kuku ibu jari dan telunjuk
Sumber:
Kimura KA. 2007. The Ancient Art of Bonsai. Edisi ke-2. Jepang: Serious Skills Wiley Publishing, Inc.
Pessey C, Samson R. 1992. Bonsai Basics: A Step-By-Step Guide to Growing, Training and General Care. New York: Sterling.
Sigit S. 1993. Bonsai: Cara Membuat dan Merawat Pohon Mini. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bonsai Mame

Bonsai yang kini ada terbagi menjadi beberapa ukuran: 1 . Mame Bonsai 2. Chiu Bonsai 3. Dai Bonsai Mame Bonsai terbilang merupakan bonsai yang sangat unik, tidak setiap orang mampu membuat bonsai yang satu ini. Bonsai Mame boleh dikata sangat sulit dalam pembuatan nya, selain orang tersebut harus mengetahui karakter pohon juga harus mengetahui komposisi media tanam yang tepat untuk sang Mame ini. Namun dikalangan para pecinta bonsai, ukuran mame ini masih menjadi bahan perdebatan beberapa kalangan. Diantara mereka ada yang menyebutkan bonsai Mame itu berukuran antara 1 – 5 Cm, ada juga yang mengatakan 1 – 10 Cm bahkan ada juga yang menyebutkan ” Mame Akhir ” dengan ketinggian 15 Cm. Semuanya masih menjadi bahan perdebatan yang alot. Namun terlepas dari itu semua, pada dasarnya kita sendiripun sebagai pecinta bonsai sudah bisa mengetahuinya walau hanya sepintas kita lihat. Naluri seni kitalah yang berbicara untuk masalah itu, walau masih awam…pastilah orang yang s...

Latar Belakang Spiritual dari Bonsai

Seni bonsai pertama kali muncul di Cina sedangkan kata bonsai berasal dari bahasa jepang. Seni pemangkasan tanaman biasa disebut penjing oleh masyarakat Cina dan seni ini sangat digemari oleh para pejabat kerajaan di masa itu. Perkembangan dari penjing dilakukan oleh para biksu yang beragama Tao dimana tanaman ini merepresentasikan salah satu pokok ajarannya yaitu tentang terciptanya keseimbangan serta keharmonisan manusia dengan alamnya. Bonsai dan penjing dapat dipandang sebagai objek meditasi atau Latar Belakang Spiritual dari Bonsai. Seni dalam menciptakan bonsai atau penjing dengan sendirinya merupakan perenungan, latihan meditasi dan praktik Zen. Bonsai sebagai pohon kerdil dan miniatur lanskap dapat dianggap sebagai perayaan alam dan kekuatan dalam penyembuhan yang ditambah oleh lingkungan alam yang utuh. Membuat dan merawat bonsai serta penjing akan membuat kita merasa lebih dekat dengan alam yang memungkinkan kita merasakan keakraban yang lebih intim secara ...

Buxus

Tanaman ini merupakan tanaman asli luar negeri, Berdaun kecil percabangan yang rapat dan bentuk batang yang indah, menjadikan penampilan pohon ini sungguh eksotis. Buxus mempunyai banyak sekali species, bahkan jika anda sering melihat film film luar negeri maka anda biasa melihatnya sebagai tanaman yang dibentuk menjadi kotak kotak. Biasanya bentuk kotak dalam taman ada di Inggris dan prancis. Mereka memang terkesan sangat kaku dalam membuat taman, seperti tampak pada gambar di bawah ini:   Dan taman tersebut berbeda jenis dengan di inggris walau hampir sama, namun Taman di inggris tidak begitu kaku dalam bern (belokan pagar tanaman) dan contohnya di bawah ini:   dan untuk pohon yang dipakaipun berbeda antara prancis dan inggris raya, Buxus sempervirens lebih banyak digunakan di prancis dan buxus microphylla digunakan secara umum di inggris raya. Sekedar memberikan gambaran, mari kita lihat perbedaan keduanya:   Di alam liar, di luar negeri sa...