Bonsai sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit terutama
apabila bonsai tidak dirawat dengan baik. Hidup bonsai yang sangat
terbatas pada pot kecil serta tindakan pengerdilan pada bonsai membuat
bonsai lebih rentan terserang hama dan penyakit dibandingkan dengan
bakalan bonsai yang hidup di alam bebas atau di hutan dengan ukuran yang
besar. Keberadaan hama dan penyakit pada bonsai tentunya dapat
mengurangi keindahan dari bonsai tersebut. Adapun tindakan pencegahan
dan pengendalian bonsai dari hama dan penyakit adalah sebagai berikut :
1. Pembersihan secara teratur
Upaya yang paling efektif untuk mencegah bonsai dari serangan hama
dan penyakit yaitu pembersihan secara teratur pada bonsai agar
menghindari dari kondisi yang menguntungkan bagi hama dan penyakit untuk
tumbuh. Setelah melakukan pemangkasan pada bonsai, pastikan bahwa tanah
di sekitar pangkal batang bebas dari daun, sisa reruntuhan serta
tanaman lain (Gambar 1a). Jika tidak, sisa reruntuhan tersebut akan
membusuk dan menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk munculnya
penyakit jamur atau lumut yang dapat mengakibatkan kebusukan pada akar
sehingga dapat menyebabkan kematian pada pohon bonsai. Lumut yang tumbuh
pada bagian batang bonsai harus dibersihkan dengan menggunakan sikat
gigi yang bulunya dari nilon (Gambar 1b).

Gambar 1 Membersihkan tanah di sekitar
pangkal batang bonsai dari daun, sisa reruntuhan serta tanaman lain
(kiri); Membersihkan lumut yang tumbuh pada batang bonsai (kanan)
Rumput atau gulma di sekitar pangkal pohon bonsai juga harus
dibersihkan karena selain dapat menjadi resiko terserang hama dan
penyakit juga dapat mengambil nutrisi pada tanah sehingga dapat
mengurangi nutrisi untuk bonsai. Selalu periksa dengan teliti keadaan
bonsai terutama bagian daun (daun bagian bawah) dan batang (kulit
batang) dari serangan hama yang mungkin dapat menyerang.
2. Menjaga agar bonsai tumbuh baik dan sehat
Tindakan pencegahan bonsai dari serangan hama dan penyakit yaitu dengan menjaga agar bonsai tumbuh baik dan sehat karena hama (serangga) dan bakteri cenderung menyerang bonsai yang lemah dan tumbuh tidak baik.
Tindakan pencegahan bonsai dari serangan hama dan penyakit yaitu dengan menjaga agar bonsai tumbuh baik dan sehat karena hama (serangga) dan bakteri cenderung menyerang bonsai yang lemah dan tumbuh tidak baik.
3. Bonsai cukup mendapatkan cahaya, udara segar dan ventilasi
Bakalan bonsai yang berasal dari hutan harus hidup di luar ruangan
dan hanya dapat hidup di dalam ruangan untuk waktu yang singkat (dua
atau tiga jam). Bonsai membutuhkan cahaya matahari yang cukup, udara dan
ventilasi yang baik. Hindari bonsai dari suhu, cahaya dan hujan yang
ekstrim.
4. Pemupukan dan penyiraman
Bonsai perlu dipupuk agar dapat tumbuh dengan baik dan sehat serta dapat hidup sampai puluhan bahkan ratusan tahun. Bonsai yang tumbuh dengan baik dan sehat tentunya dapat mencegah dari serangan hama dan penyakit. Sebaiknya bonsai juga disiram setiap hari secara teratur dan hindari menyiram bonsai terlalu berlebihan serta air siraman harus dipastikan mengalir keluar dari lubang di dasar pot. Tersumbatnya lubang yang ada di dasar pot dapat menyebabkan pembusukan pada akar dan menyebabkan kematian pada bonsai.
Bonsai perlu dipupuk agar dapat tumbuh dengan baik dan sehat serta dapat hidup sampai puluhan bahkan ratusan tahun. Bonsai yang tumbuh dengan baik dan sehat tentunya dapat mencegah dari serangan hama dan penyakit. Sebaiknya bonsai juga disiram setiap hari secara teratur dan hindari menyiram bonsai terlalu berlebihan serta air siraman harus dipastikan mengalir keluar dari lubang di dasar pot. Tersumbatnya lubang yang ada di dasar pot dapat menyebabkan pembusukan pada akar dan menyebabkan kematian pada bonsai.
5. Pemberian insektisida
Anda juga dapat menyemprotkan insektisida yang tidak berbahya bagi
manusia maupun hewan pada bonsai. Penyemprotan insektisida mungkin
diperlukan lebih dari satu kali untuk mencegah dari serangan serangga.
Untuk pencegahan, sebaiknya penyemprotan insektisida dilakukan setiap
minggu.
Apabila bonsai anda terserang hama (serangga) yang berbahaya maka
anda harus mengambil tindakan sesegera mungkin. Kebanyakan serangga yang
dapat dilihat dengan mata dapat segera dicuci atau disingkirkan dari
bonsai, tetapi untuk serangga yang sangat kecil dan sulit dilihat oleh
mata kadang-kadang pemilik bonsai banyak yang tidak mengetahuinya.
Bonsai yang terserang hama dan penyakit dapat segera diberikan
insektisida.
Selain itu, bonsai yang terserang serangga dan larvanya perlu juga
untuk mengikis kulit yang terlepas dari pohon yang sudah tua. Kulit dari
pohon bonsai dapat ditempati oleh hama (serangga) berupa serangga
dewasa maupun telur dan larvanya sehingga diperlukan pengikisan pada
kulit pohon bonsai dengan spatula secara hati-hati. Apabila anda
menemukan kayu yang mati di bagian lengkungan salah satu cabang atau
dalam lubang atau rongga, maka harus disingkirkan dengan menggunakan scalpel (seperti pada teknik jin). Pemotongan ke arah bagian kayu yang hidup harus dilindungi dengan damar (mastic)
untuk membantu penyembuhan kayu. Hal ini merupakan satu-satunya cara
untuk mencegah penyebaran dari bagian yang busuk akibat hama dan
penyakit.

Gambar 2 Pengikisan pada kulit pohon bonsai dengan spatula secara hati-hati
Sumber:
Kimura AK. 2007. The Ancient Art of Bonsai. Edisi ke-2. Jepang: Wiley Publishing. Inc.
Pessey C, Samson R. 1992. Bonsai Basics: A Step-By-Step Guide to Growing, Training and General Care. New York: Sterling.
Sigit S. 1993. Bonsai: Cara Membuat dan Merawat Pohon Mini. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Komentar
Posting Komentar